Senin, 25 April 2016
JUAL ATAP SIRAP ULIN
Atap sirap adalah atap yang berbahan kayu ulin. Kayu ini sangat kuat dan awet sampai puluhan tahun. Kesan alami bangunan dapat ditampilkan dengan menggunakan bahan atap sirap ini. Atap sirap banyak dipasang untuk gazebo, villa, rumah tinggal, resort, hotel, restoran, dan gedung instansi pemerintah maupun swasta.
Kami menjual Sirap dan Jasa Pasang Atap Sirap.
Adapun ukurannya adalah :
Panjang : 58-60 cm
Lebar : 8 cm
Tebal : 0.5 cm
Kemasan : Ikat (Pack)
1 Ikat : 80 buah (kondisi terpasang menjadi 1 M2)
Berat : ± 22-24 Kg / Ikat
Info lengkap, silahkan hubungi kami:
Prokalino
Supplier Atap Sirap & Kontraktor Pemasangan Atap Sirap
Jalan Simongan 193 Semarang Jawa Tengah
HP/WA 085228123535
Kamis, 14 April 2016
HARGA ATAP SIRAP DAN PEMASANGANNYA
Harga atap sirap dihitung per ikat. Karena
bentuknya panjang maka seringkali produsen menghargainya berdasarkan ikatan.
Satu paket ikatan kayu biasanya berisi 80 lembar sirap. Tiap ikat harganya
berkisar 125.000 rupiah. Kebutuhan tiap atap berbeda-beda namun jika
diibaratkan ukuran atap rumah minimalis bisa menghabiskan 200-300 ikat.
Sehingga biaya untuk bahan atap sirap bisa mencapai Rp 20jt – Rp 30jt. Namun
tunggu dulu, kisaran tersebut belum termasuk biaya pemasangan. Untuk proses
pemasangan biasanya produsen mematok harga per meter perseginya yakni sekitar
50rb-80rb/meter persegi.
Harga tersebut memang terbilang mahal namun untuk
kualitas yang tinggi seperti bahan atap sirap tersebut rasanya sudah sepadan.
Oleh karena itu umumnya pemilihan atap sirap atau genteng sirap biasanya adalah
bangunan mewah atau instansi pemerintah.
Harga atap sirap tersebut tentu bisa bertambah
lebih mahal lagi, tergantung kesepakatan dengan produsen. Biasanya harga
tersebut bisa dipengaruhi jenis dan model kayu, permintaan lainnya, atau bisa
dipengaruhi jarak tempuh pengiriman. Namun yang jelas buatlah kesepakatan
terlebih dahulu dan tentukan deal harga dengan produsen.
ATAP SIRAP
Atap sirap dibuat dari kayu Ulin atau nama lainnya adalah kayu
besi. Disebut Kayu Besi karena kayu ini terkenal sangat keras dan kuat. Atap
sirap memang kurang popular dibanding jenis atap lainnya, karena hanya kalangan
menengah atas saja yang secara financial mampu untuk membelinya dilihat dari
harga sirap yang relatif mahal. Maka dari itu meski produksi atap sirap berada
di kalimantan, namun pengguna atap sirap paling banyak digunakan untuk atap
rumah tinggal hotel, villa, dan gedung – gedung bersejarah . Sedangkan di Bali
digunakan untuk atap hotel, gazebo dan villa untuk menciptakan kesan natural
guna lebih menarik wisatawan.
Banyak Keuntungan yang didapat dari penggunaan sirap untuk atap
bangunan rumah, Diantaranya rumah akan terasa sejuk di dalam dan tercipta kesan
natural di luar, serta memberi kesan estetika yang tinggi pada bangunan rumah.
Kelebihan lainnya dari atap sirap kayu ulin yaitu terbuat dari kayu Ulin yang
kuat dan keras sehingga tahan sampai setengah abad lebih. Selain itu atap sirap
juga tidak berisik diwaktu hujan karena material kayu cukup kedap dengan suara
hujan. Keuntungan lainnya, atap sirap adalah atap yang tahan terhadap gempa
karena material kayu tidak akan rusak dikarenakan goncangan dan gesekan.
Bagi Anda yang mendambakan kesan natural, safety dan estetika
tinggi atap sirap menjadi solusi terbaik untuk atap rumah. Bagi para pengelola
tempat wisata, atap sirap juga menjadi solusi terbaik untuk menarik wisatawan.
Rabu, 13 April 2016
GENTENG ATAP SIRAP
Genteng Atap Sirap
Genteng atap sirap saat ini banyak dipakai untuk atap bangunan hotel, gedung-gedung bersejarah, maupun rumah tinggal yang pemiliknya menginginkan kesan natural. Dengan menggunakan genteng atap sirap, sebuah gedung akan terasa lebih sejuk dan memiliki nilai estetika dan historis yang tinggi. Disamping itu, genteng atap sirap adalah genteng untuk atap rumah yang paling tahan terhadap gempa sebab terbuat dari kayu (sirap).
Teknik pemasangan genteng atap sirap sangat berbeda dengan teknik pemasangan genteng jenis lain sebagai atap rumah. Memasang atap sirap membutuhkan tenaga-tenaga ahli di bidangnya. Kesalahan dalam memasang genteng sirap secara teori dan teknik di lapangan, dapat membuat atap rumah mudah bocor dan sirap mudah rusak. Memasang genteng atap sirap yang secara tepat dan secara teknis dikerjakan dengan benar oleh tenaga yang berpengalaman, maka akan menghasilkan atap rumah yang kokoh luar biasa.
Atap sirap dapat tahan terhadap terjangan derasnya air hujan dan kencangnya angin hingga berpuluh-puluh tahun. Bahkan, jika pemasangannya tepat, akan sangat tahan terhadap goncangan gempa besar sekalipun hingga sangat tepat di terapkan di derah rawan gempa seperti Indonesia dan Jepang.
Indonesia merupakan kawasan rawan gempa sebab berada di antara dua lempeng indo-australia dan eurasia, oleh karena itu lebih aman bila kita membuat rumah dengan memakai genteng atap sirap. Genteng atap sirap yang bagus akan tahan terhadap gempa sebab terbuat dari kayu (sirap) hingga tidak mudah pecah dan bisa mengikuti goncangan (lentur).
Bahan Genteng Atap Sirap
Bahan Genteng atap sirap yang paling digemari berasal dari kayu ulin yang dikenal juga dengan nama kayu besi atau kayu bulian. Kayu ulin ini berasal dari daerah Kalimantan dan mempunyai ketahanan yang sangat baik terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut/air hujan hingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, seperti jembatan, tiang listrik, bantalan kereta api, kontruksi rumah, atap rumah hingga perkapalan.
Pemerintah saat ini sudah memperketat perdagangan dan pemanfaatan kayu ulin, sehingga peredaran atap sirap dari kayu ulin sangat berfluktuatif dan bahkan terkadang sulit menemukan atap sirap di pasaran. Saat ini juga mulai banyak diproduksi atap sirap dari bahan kayu merbau sebagai alternatif pengganti atap sirap dari kayu ulin yang semakin langka. Kayu merbau adalah jenis kayu keras dan biasanya dimanfaatkan juga dalam konstruksi bangunan, jembatan, parket (flooring/ lantai kayu), pintu dan jendela. Namun berbeda dengan genteng atap sirap ulin yang berwarna coklat kehitaman, genteng atap sirap merbau ini berwarna coklat kekuningan.
Bentuk Genteng Atap Sirap
Bentuk atap sirap biasanya berupa lembaran tipis memanjang yang dihasilkan dari belahan kayu ulin. Bentuk genteng atap sirap umumnya ada dua macam, yaitu atap sirap lancip dan atap sirap kotak. Genteng atap sirap ini ada yang dibuat menggunakan mesin (atap sirap circle) dan genteng atap sirap yang dibuat secara manual (atap sirap belah).
Ukuran Genteng Atap Sirap
Ukuran 1 lembar genteng atap sirap biasanya berukuran : panjang 60cm x lebar 8cm x tebal 0,5 cm Lembaran atap sirap tersebut dikemas dalam ikatan.
Kelebihan dari atap sirap :
Bahannya cukup ringan
Bersifat isolisasi terhadap panas
Tahan gempa
Tidak mudah pecah
Kekurangan menggunakan atap sirap :
Harga genteng atap sirap cukup mahal
Pemasangannya cukup sulit sehingga biaya pemasangannya juga cukup besar.
Pemasangan yang tidak benar justru akan membuat atap rumah sering bocor dan pada akhirnya akan lebih mudah rusak/lapuk.
Jika lembaran genteng atap sirap belum cukup kering sudah di pasang akan membilut, dudukan tidak pas dan berubah bentuk menjadi cekung.
Produksi atap sirap banyak terdapat di Kalimantan, namun pemakai atap sirap justru lebih banyak di Jawa dan Bali. Bagi anda yang mendambakan keamanan, kenyamanan, serta nilai estetika tinggi. Sudah sepantasnya memilih atap sirap sebagai atap rumah anda. Namun harus diingat, jangan gadaikan kualitas genteng atap sirap dan pemasangan atap sirap hanya disebabkan faktor harga jasa pemasangan sirap yang menawarkan harga murah namun dikerjakan oleh tenaga-tenaga yang kurang profesional dan pengerjaan yang asal-asalan. Saat anda memilih atap sirap, itu artinya anda mengerti bahwa yang anda pilih memang membutuhkan tenaga dan biaya yang lebih di banding memilih genteng rumah jenis lain.
Genteng atap sirap saat ini banyak dipakai untuk atap bangunan hotel, gedung-gedung bersejarah, maupun rumah tinggal yang pemiliknya menginginkan kesan natural. Dengan menggunakan genteng atap sirap, sebuah gedung akan terasa lebih sejuk dan memiliki nilai estetika dan historis yang tinggi. Disamping itu, genteng atap sirap adalah genteng untuk atap rumah yang paling tahan terhadap gempa sebab terbuat dari kayu (sirap).
Teknik pemasangan genteng atap sirap sangat berbeda dengan teknik pemasangan genteng jenis lain sebagai atap rumah. Memasang atap sirap membutuhkan tenaga-tenaga ahli di bidangnya. Kesalahan dalam memasang genteng sirap secara teori dan teknik di lapangan, dapat membuat atap rumah mudah bocor dan sirap mudah rusak. Memasang genteng atap sirap yang secara tepat dan secara teknis dikerjakan dengan benar oleh tenaga yang berpengalaman, maka akan menghasilkan atap rumah yang kokoh luar biasa.
Atap sirap dapat tahan terhadap terjangan derasnya air hujan dan kencangnya angin hingga berpuluh-puluh tahun. Bahkan, jika pemasangannya tepat, akan sangat tahan terhadap goncangan gempa besar sekalipun hingga sangat tepat di terapkan di derah rawan gempa seperti Indonesia dan Jepang.
Indonesia merupakan kawasan rawan gempa sebab berada di antara dua lempeng indo-australia dan eurasia, oleh karena itu lebih aman bila kita membuat rumah dengan memakai genteng atap sirap. Genteng atap sirap yang bagus akan tahan terhadap gempa sebab terbuat dari kayu (sirap) hingga tidak mudah pecah dan bisa mengikuti goncangan (lentur).
Bahan Genteng Atap Sirap
Bahan Genteng atap sirap yang paling digemari berasal dari kayu ulin yang dikenal juga dengan nama kayu besi atau kayu bulian. Kayu ulin ini berasal dari daerah Kalimantan dan mempunyai ketahanan yang sangat baik terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut/air hujan hingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, seperti jembatan, tiang listrik, bantalan kereta api, kontruksi rumah, atap rumah hingga perkapalan.
Pemerintah saat ini sudah memperketat perdagangan dan pemanfaatan kayu ulin, sehingga peredaran atap sirap dari kayu ulin sangat berfluktuatif dan bahkan terkadang sulit menemukan atap sirap di pasaran. Saat ini juga mulai banyak diproduksi atap sirap dari bahan kayu merbau sebagai alternatif pengganti atap sirap dari kayu ulin yang semakin langka. Kayu merbau adalah jenis kayu keras dan biasanya dimanfaatkan juga dalam konstruksi bangunan, jembatan, parket (flooring/ lantai kayu), pintu dan jendela. Namun berbeda dengan genteng atap sirap ulin yang berwarna coklat kehitaman, genteng atap sirap merbau ini berwarna coklat kekuningan.
Bentuk Genteng Atap Sirap
Bentuk atap sirap biasanya berupa lembaran tipis memanjang yang dihasilkan dari belahan kayu ulin. Bentuk genteng atap sirap umumnya ada dua macam, yaitu atap sirap lancip dan atap sirap kotak. Genteng atap sirap ini ada yang dibuat menggunakan mesin (atap sirap circle) dan genteng atap sirap yang dibuat secara manual (atap sirap belah).
Ukuran Genteng Atap Sirap
Ukuran 1 lembar genteng atap sirap biasanya berukuran : panjang 60cm x lebar 8cm x tebal 0,5 cm Lembaran atap sirap tersebut dikemas dalam ikatan.
Kelebihan dari atap sirap :
Bahannya cukup ringan
Bersifat isolisasi terhadap panas
Tahan gempa
Tidak mudah pecah
Kekurangan menggunakan atap sirap :
Harga genteng atap sirap cukup mahal
Pemasangannya cukup sulit sehingga biaya pemasangannya juga cukup besar.
Pemasangan yang tidak benar justru akan membuat atap rumah sering bocor dan pada akhirnya akan lebih mudah rusak/lapuk.
Jika lembaran genteng atap sirap belum cukup kering sudah di pasang akan membilut, dudukan tidak pas dan berubah bentuk menjadi cekung.
Produksi atap sirap banyak terdapat di Kalimantan, namun pemakai atap sirap justru lebih banyak di Jawa dan Bali. Bagi anda yang mendambakan keamanan, kenyamanan, serta nilai estetika tinggi. Sudah sepantasnya memilih atap sirap sebagai atap rumah anda. Namun harus diingat, jangan gadaikan kualitas genteng atap sirap dan pemasangan atap sirap hanya disebabkan faktor harga jasa pemasangan sirap yang menawarkan harga murah namun dikerjakan oleh tenaga-tenaga yang kurang profesional dan pengerjaan yang asal-asalan. Saat anda memilih atap sirap, itu artinya anda mengerti bahwa yang anda pilih memang membutuhkan tenaga dan biaya yang lebih di banding memilih genteng rumah jenis lain.
Rabu, 16 Maret 2016
PEMILIHAN BAHAN UNTUK ATAP BANGUNAN
Atap Sirap
Atap adalah salah satu
bagian rumah yang paling terlihat dari luar dan sangat menentukan
penampilan rumah. Selain itu, atap berperan melindungi isi rumah dari
panas, dingin, hujan, angin, dan pengaruh cuaca lainnya. Rumah sebagus
apa pun kalau atapnya bocor tentu akan membuat pusing pemiliknya. Karena
itu, penting sekali untuk memilih jenis atap yang tepat untuk rumah
Anda.
Ada banyak pilihan bahan untuk atap rumah. Produk-produk
baru selalu bermunculan untuk menggantikan yang lama dengan material
yang lebih unggul dan memenuhi tuntutan teknik dan estetika bangunan
baru. Berikut adalah beberapa jenis bahan untuk atap rumah yang paling
populer. Ingatlah bahwa tidak semua bahan cocok untuk rumah Anda dan
masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri.
1. Sirap
Sirap biasanya dibuat dari kayu besi/kayu ulin tua yang tahan cuaca.
Setiap lembar sirap memiliki warna, lebar, ketebalan dan potongan yang
unik sehingga terlihat alami. Sirap juga membuat rumah terasa sejuk
karena tidak menyerap panas dan memberikan sirkulasi udara yang bagus
bagi atap.
Namun, sirap memiliki beberapa kelemahan:
membutuhkan perawatan dan perbaikan teratur agar bisa bertahan lama.
Pelapukan dan serangga dapat memperpendek usia sirap.lebih sulit
dipasang dibandingkan dengan genteng sehingga kualitas atap sirap sangat
tergantung pada kecakapan tukang yang memasangnya.rentan terhadap
bahaya kebakaran bila tidak diproses dengan lapisan antipanas.
Karena mahal dan langkanya bahan serta berubahnya preferensi konsumen,
kini sudah jarang orang menggunakan sirap sebagai penutup atap.
2. Genteng Tanah Liat
Genteng tanah liat dengan bermacam variasinya merupakan bahan atap yang
paling banyak dipakai. Genteng jenis ini sangat awet karena tidak dapat
lapuk, terbakar atau dirusak serangga. Bila jenis material dan
pemrosesannya bagus, genteng tanah liat sangat sedikit memerlukan
perawatan.
Genteng tanah liat memiliki beberapa kelemahan:
genteng tanah liat dapat sangat berat sehingga membutuhkan papan
pendukung yang lebih kuat.warna genteng dapat memudar atau menghitam
setelah sekian lama. Genteng jenis baru yang diproses dengan suhu tinggi
dan berglazur warnanya lebih permanen.relatif rapuh, dapat pecah bila
Anda menginjaknya. Hal ini membuat perawatannya lebih sulit.
3. Genteng Beton
Genteng beton biasanya dibuat dari semen yang diperkuat dengan serat
dan aditif tertentu. Beberapa produk dilapisi dengan plastik, enamel,
logam tipis, dan material lainnya. Genteng beton sangat awet karena
tahan api, pelapukan dan serangga. Bentuk dan warnanya yang variatif
juga menarik secara penampilan. Kelemahan utama genteng beton adalah
bobotnya yang berat (lebih berat dari genteng tanah liat) dan harganya
yang lebih mahal.
4. Genteng metal
Genteng metal, sesuai
namanya, terbuat dari logam antikarat. Bentuknya bisa dibuat seperti
sirap, genteng beton atau genteng tanah liat. Genteng jenis ini juga
awet, anti api dan bebas perawatan. Berbeda dengan seng yang biasa kita
kenal, genteng metal memantulkan panas sehingga menjaga rumah tetap
sejuk. Genteng metal juga ramah lingkungan karena terbuat dari material
yang dapat didaur ulang. Karena berbobot ringan, genteng metal tidak
membutuhkan dudukan atap yang kuat.
Kelemahan utama genteng metal
adalah harganya yang sangat mahal dibandingkan alternatif lain. Namun,
hal itu sebanding dengan keawetannya.
5.Seng
Seng adalah
bahan penutup atap yang murah, ringan dan tahan lama. Seng terbuat dari
lembaran logam tipis bergelombang yang diikat satu sama lain dengan
paku. Kelemahan seng adalah sifatnya yang menahan panas, berkarat,
kurang menarik secara penampilan dan mudah terhempas angin.
6. Asbes
Asbes memiliki karakteristik seperti seng yaitu murah, ringan dan tahan
lama. Tidak seperti seng, asbes tidak menyerap panas sehingga membuat
rumah lebih sejuk. Kelemahan asbes adalah penampilannya yang tidak
menarik, mudah retak bila terinjak dan dapat membahayakan kesehatan
(memicu timbulnya kanker paru mesothelioma).
Langganan:
Postingan (Atom)